Kisah Ustaz Difabel yang Bertahan Hidup Tanpa Kaki

artikel image
Sarirejo kehilangan kaki sejak delapan tahun lalu.
Istrinya meninggalkannya karena kecacatan yang dimiliki.
RTV.CO.ID | Oleh: Stella Maris, 17 July 2015, 06:31 WIB

Kesempurnaan adalah dambaan semua orang. Kadang seseorang tidak tahu bahwa dirinya sudah sempurna. Namun dengan sedikit kekurangan yang dimiliki, tak jarang malah menjadi keluhan.

Demikian dengan kekurangan fisik yang tampak mata. Seseorang kadang lupa dengan apa yang dirasakan bahwa kekurangan tersebut adalah anugerah Allah.

Memiliki tubuh tak sempurna, diakui Sarirejo sempat menghilangkan semangat hidupnya. Namun, berkat rasa syukur yang dikuatkan, dia berhasil bertahan hidup, meski tanpa kedua kakinya.

Perjuangan hidup Sarirejo dimulai ketika ia mengalami kecelakaan sekitar delapan tahun lalu. Selama tiga bulan menjalani perawatan di rumah sakit, Sarirejo terpaksa menerima kenyataan bahwa kakinya harus diamputasi.

"Saya sempat down karena tahu persis kondisi saya. Berpikir bagaimana menjalani hidup kalau tidak punya kaki, nggak ada harapan," kata pria asal Mojokerto, Jawa Timur itu.

Tidak mudah hidup yang dijalaninya. Bahkan mengetahui kakinya harus diamputasi, istrinya pun memilih meninggalkannya dan kini Sarirejo menduda.

Rasa sakit baik secara fisik dan batin yang dialaminya perlahan luntur, seiring usahanya untuk bangkit dari keterpurukan.

"Allah memberi saya hidayah saat saya merenung. Yakin bahwa takdir Allah tidak ada yang buruk, bila kita bisa menerimanya. Apapun keadaan kita tetaplah tawadhu," jelas Sarirejo.

Dengan keterbatasan yang dimiliki, Sarirejo menyadari bahwa dia punya sesuatu yang harus diperjuangkan. Ya, bermodal keterampilan membetulkan kompor dan mampu mengaji, Sarirejo menjadi pria yang bermanfaat untuk orang lain.

Seperti apa kisah hidup Sarirejo? Lihat videonya di bawah ini:

  
 



Back to Top

KOMENTAR ANDA