Pengamen pun Bisa Bersedekah

artikel image
Eko Midiantoro.
Meski menjadi pengamen, dia punya cara berbagi rejeki kepada orang lain.
RTV.CO.ID | Oleh: Stella Maris, 18 July 2015, 14:18 WIB

Dia tumbuh besar dari keluarga miskin. Bermodal hobi menyanyi, ayah dua anak ini menjadi pengamen untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

Adalah Eko Midiantoro yang menerima nasib sebagai orang kecil. Meskipun dirasa pahit dan tidak menyenangkan perjuangan hidupnya, Eko tidak mengeluh.

"Prinsip saya, hidup nggak usah direncanakan. Kita jalankan apa yang ada, karena hak Allah untuk setiap rencana itu pasti baik," kata Eko.

Bukan tanpa alasan dia berkata demikian. Dia menilai, ketika sudah merencanakan sesuatu, misalnya membeli sebuah barang namun tidak mencapai hal yang diinginkan, malah akan menjadi beban.

"Rencana Allah itu sempurna. Kalau saya tidak ada keinginan untuk membeli sesuatu, karena yang penting adalah menyisihkan rejeki untuk yang lain," jelas Eko.

Lalu bagaimana cara Eko bersedekah, padahal dia hanya seorang pengamen jalanan dengan penghasilan yang pas-pasan?

Dia punya cara. Ya, rejeki yang diberikannya bukan dalam bentuk materi, melainkan dalam bentuk ilmu dan tenaga. Eko menjadi guru mengaji di sebuah Tempat Pendidikan Al-Qur'an (TPQ).

"Saya ngamen sampe zuhur, pulang, istirahat, dan sorenya sehabis zuhur saya ke TPQ sampai menjelang maghrib," kata Eko, dalam program TULUS yang tayang di Rajawali Televisi.

Setelah mengajar, Eko kembali ke jalan menjual suaranya. Selain mampu menyanyi, ternyata Eko juga berhasil menciptakan sejumlah lagu religi yang kini sedang direncanakan menjadi sebuah album.

"Meski masih dalam tahap belajar, saya diajak teman-teman gabung di band," kata dia.

Lihat videonya di bawah ini:

  
 



Back to Top

KOMENTAR ANDA