Etika dalam Berkomunikasi

artikel image
diam
Perkataan kotor menunjukkan kekotoran tabiat, dan kekotoran tabiat kelak di neraka
RTV.CO.ID | Oleh: Kevin Jassman, 27 November 2015, 16:45 WIB

Rasulullah SAW bersabda, “Perkataan kotor menunjukkan kekotoran tabiat, dan kekotoran tabiat kelak di neraka.” (HR Al-Bukhari dan At-Tirmidzi).


Internet merupakan sebuah media yang memfasilitasi manusia untuk mengethaui informasi dan berkomunikasi dengan manusia lainnya dengan mudah. Segalanya pun bisa di akses dengan. Yang menjadi masalah adalah ketika seseorang berbicara di internet,isi pernyataan mereka kadang kurang diperhatikan apa yang mereka tulis dan mereka sebarkan di dunia internet.

Saat ini banyak yang memanfaatkan media sosial untuk berbicara di dunia internet.Di media sosial tersebut kita bisa melakukan apa saja dari menulis pesan, merespon, menilai sesuatu dari yang bernilai postif sampai ke hal yang negatif.

Ketika kita melihat informasi yang  positif itu adalah sesuatu hal yang menguntungkan diri kita. Sedangkan jika kita melihat pernyataan negatif maka itu yang disayangkan. Seperti  hadist yang diatas bahwa Allah tidak menyukai perkataan kotor. Perkataan kotor disini dalam artian menghina, mencela, bullying dll. Jika pernyataan yang keluar seperti mengkritik, memberi masukan dll itu yang adalah hal yang bagus untuk diucapkan.

Kenapa Allah tidak menyukai perkataan kotor? Karna pernyataan kotor yang keluar itu berddampak pada komunikator (yang mengirim pesan) dan juga kepada komunikan (yang menerima pesan). Pada diri komunikator, komunikator akan merasa terbiasa dan menganggap tidak bersalah sedangkan jika pada diri komunikan akan berdampak pada psikologi diri komunikan.

Seorang muslim tidaka akan mengucapkan perkataan kotor karna mereka mengetahui bahwa perkataan kotor mempunyai dampak yang buruk bila diucapkan.  Mereka akan lebih memilih diam dari pada berkata yang tidak baik seperti yang  Rasulullah SAW katakan ”  jika seseorang tak mampu berkata yang baik-baik, lebih baik diam. “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

  
 



Back to Top

KOMENTAR ANDA