Polisi: Ada Titik Terang Kasus Kematian Mirna

artikel image
Polisi tengah merangkai beberapa petunjuk atau barang bukti yang disita dan diperiksa di laboratorium forensik.
RTV.CO.ID | Oleh: Marthin Budi Laksono, 13 January 2016, 18:32 WIB

Polda Metro Jaya mengaku sudah menemukan titik terang dalam kasus kematian misterius Wayan Mirna Salimin alias Mirna (27) usai meminum es kopi di Kafe Olivier, Grand Indonesia. Kini penyidik Polda Metro Jaya tengah merangkai seluruh petunjuk barang bukti guna mengungkap kasus ini.

"Ada beberapa petunjuk atau barang bukti yang disita dan diperiksa di laboratorium forensik, kami rangkai jadi masih berjalan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombespol Krishna Murti di Jakarta Rabu (13/01/2016).

Krishna mengatakan, polisi telah menyita berbagai barang bukti seperti biji kopi, kamera tersembunyi, dan cairan kopi yang dikonsumsi Mirna maupun organ tubuh vital korban guna diteliti petugas Pusat Laboratorium Forensik, Polri.

Krishna mengaku polisi telah menemukan titik terang dari sejumlah petunjuk namun masih berupaya untuk dirangkai agar lebih "terang benderang".

"Kami menunggu hasil laboratorium, pemeriksaan saksi, hasil otopsi dan berita acara konfrontasi," ujar Krishna.

Langkah ini menurut Krishna perlu dirangkai untuk menetapkan ada unsur pidana dan tersangka dalam kasus kematian Mirna.

Krishna menambahkan penyidik belum resmi memeriksa saksi yang dimasukkan ke Berita Acara Pemeriksaan (BAP), termasuk dua rekan Mirna, berinisial J dan H.

Penyidik akan memanggil keluarga, suami korban, pegawai kafe dan saksi ahli. "Kalau yang kemarin terhadap beberapa orang hanya interview dan interogasi saja," tutur Krishna, seperti dikutip antaranews.com.

Mirna meninggal dunia usai meminum kopi Es Vietnamens di Kafe Olivier, West Mall Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (06/01/2016).

Awalnya teman korban, S tiba lebih awal dibandingkan Mirna dan seorang rekan lainnya, H di gerai itu pukul 16.09 WIB.

Teman korban berinisial J memesan Cocktail dan Fashioned Sazerac untuk dia dan teman lainnya berinisial H, sedangkan Mirna dipesankan es kopi Vietnam.

Mirna dan H baru datang ke kafe ini sekitar pukul 17.00 WIB. Mirna menyeruput es kopi itu dan langsung kejang-kejang setelah sekali sedot.

Dia sempat dibawa ke klinik di pusat perbelanjaan terkenal itu, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, namun nyawanya tak tertolong.

  
 



Back to Top

KOMENTAR ANDA