Sianida di Kopi Mirna Bisa Bunuh 25 Orang Sekaligus

artikel image
Dengan mengkonsumsi sianida sebanyak itu kematian seseorang dapat terjadi dalam hitungan menit.
RTV.CO.ID | Oleh: Marthin Budi Laksono, 19 January 2016, 18:27 WIB

Kandungan sianida dalam cangkir kopi yang diminum Wayan Mirna Salimin, ternyata berdosis tinggi dan mematikan, bahkan bisa membunuh puluhan orang sekaligus. Dalam cangkir Mirna, ditemukan Sodium Sianida dengan kadar 15 gram/L atau 15 mg/cc.

"Secangkir kopi (yang diminum) Mirna dapat mengakibatkan kematian hingga 25 orang," kata Direktur Eksekutif Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia Kombes Anton Castilani, di Jakarta, Selasa (19/01/2016).

Anton berasumsi, secangkir minuman berisi 250 cc, maka cangkir tersebut berisi 3.750 mg sodium sianida. Padahal, kata Anton, rentang dosis sianida yang menyebabkan kematian yakni 150 - 200 mg.

Menurutnya, dengan mengkonsumsi sianida sebanyak itu kematian seseorang dapat terjadi dalam hitungan menit. Sianida yang masuk ke dalam tubuh akan menghambat pernafasan sel, sehingga terjadi gangguan penyerapan oksigen oleh sel tubuh mulai dari kepala sampai kaki, sehingga mempengaruhi semua sistem organ.

Reaksi awal seseorang yang terkontaminasi racun ini akan merasa pusing, penglihatan menjadi gelap hingga tak sadarkan diri.

"Dan ketika sianida sudah mulai melumpuhkan organ-organ vital (pernafasan, jantung, otak) maka akan timbul gangguan lain seperti kejang, berhenti nafas, denyut jantung berhenti," ujarnya.

Sebelumnya Kepala Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Alex Mandalika menyatakan, pada lambung Wayan Mirna Salimin (27), ditemukan zat sianida.

"Isi lambung juga positif mengandung sianida," kata Brigjen Polisi Alex Mandalika.

Alex mengatakan petugas Puslabfor Mabes Polri menduga kematian Mirna akibat sianida dicampur es kopi yang diminum korban.

Mirna meninggal dunia seusai meminum es kopi vietnam di Restauran Olivier di West Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (06/01/16).

  
 



Back to Top

KOMENTAR ANDA