Tangan Robot Tawan yang Menginspirasi

artikel image
Nama Tawan menjadi viral setelah menciptakan lengan robot bak lengan Iron Man.
RTV.CO.ID | Oleh: Marthin Budi Laksono, 22 January 2016, 15:22 WIB

Nama I Wayan Sumardana atau Tawan beberapa hari belakangan ini jadi bahan perbincangan yang ramai, baik di media massa maupun di sejumlah jejaring sosial. Lelaki 31 tahun asal Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali itu mendapat julukan Iron Man dari Bali, mengapa?.

Tawan sebenarnya hanyalah seorang tukang las di kampungnya. Namun namanya mendadak mendunia dan menjadi sorotan publik setelah menciptakan tangan robot dari barang-barang bekas.

Tangan robot yang dirangkai dari beberapa jenis piranti elektronik dan peralatan mekanik itu dipasang di lengan kiri Tawan yang lumpuh lantaran terkena stroke.

Yang unik, lengan robot itu digerakkan melalui sebuah sensor elektrik yang terpasang melingkar di kepala Tawan. Sensor tersebut akan membaca pikiran Tawan dan menerjemahkannya menjadi sebuah gerakan.

"Cara menggerakkannya sesuai perintah pikiran sendiri kalau mau angkat, mau belok kanan, atau kiri," ujar Tawan.

Menurut alumni Sekolah Teknik Menengah (STM) Rekayasa, Denpasar (2002) itu, sensor tersebut menggunakan sistem Electroencephalography (EEG), yang memungkinkan mesin menangkap aktivitas elektrik di otak. Tawan mengaku alat tersebut dibelinya secara online seharga Rp 4,7 juta.

Namun Tawan mengaku tak mudah dan tak semua orang bisa mengoperasikan robot tangan buatannya, terutama lantaran alat sensor pembaca pikiran yang tak semua orang bisa menggunakannya.

Kreasi Tawan yang lantas menjadi viral ini kemudian mengundang perhatian dari berbagai pihak. Tak kurang dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika hingga Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, M. Natsir tertarik untuk melihat langsung, dan meneliti temuan Tawan.

Tapi di sisi lain, ada juga pihak yang mempertanyakan temuan Tawan. Dengan segala argumen ilmiah yang dipunyai mereka meragukan temuan tangan robot Tawan, bahkan menyebutnya sebagai hoax.

Tentang keraguan ini, Tawan menanggapinya dengan santai. "Saya membuat tangan robot ini untuk membantu saya bekerja, bukan untuk mencari ketenaran, silahkan saja (diributkan)," ujarnya
 
Apapun, kreasi dan semangat Tawan untuk bangkit dari keterpurukan patutlah dihargai. Tawan tak mudah putus asa ketika terjatuh lantaran terkena stroke, semangat inilah yang menginspirasi banyak orang.

  
 



Back to Top

KOMENTAR ANDA