Polisi Kembali Meminta Keterangan Ayah Mirna

artikel image
Meski demikian Dermawan berharap agar polisi bisa lebih cepat bekerja, karena jika terlalu lama akan berbahaya.
RTV.CO.ID | Oleh: Marthin Budi Laksono, 28 January 2016, 17:58 WIB

Polda Metro Jaya kembali meminta keterangan dari Dermawan Salihin terkait kasus kematian anaknya, Wayan Mirna Salihin, yang tewas usai menenggak es kopi yang dicampur sianida di Kafe Olivier pada 6 Januari 2016, atau 22 hari yang lalu.

Dermawan Salihin tiba di Polda Metro Jaya pada pukul 09.10 WIB. Usai memberikan keterangan, Darmawan kepada wartawan tidak banyak menjelaskan ihwal keterangan yang diminta polisi. Namun Darmawan menyatakan keyakinannya, bahwa polisi akan mampu mengungkap siapa pembunuh anaknya.

"Saya rasa polisi telah bekerja sangat profesional," kata Dermawan di Polda Metro Jaya, Kamis (26/01/2016).

Meski demikian Dermawan berharap agar polisi bisa lebih cepat bekerja, karena jika terlalu lama akan berbahaya karena pelakunya masih berkeliaran.

"Sangat berbahaya sudah meracun tapi tidak dihukum. Saya sih berdoa Insya Allah pasti akan diberi jalan," kata dia.

Dermawan menyadari polisi masih bekerja keras melengkapi alat bukti dan keterangan ahli untuk menjerat calon tersangka. Dermawan kemudian meninggalkan gedung Direktorat Kriminal Umum sekitar pukul 16.00 WIB menggunakan mobil pribadi.

Sampai saat ini polisi masih belum menetapkan satupun tersangka dalam kasus ini. Sebelumnya penyidik kepolisian meminta keterangan ahli psikologi Universitas Indonesia, Prof Dr Sarlito Wirawan Sarwono untuk menganalisa sebagian alat bukti. Keterangan ahli ini antara lain diperlukan untuk menetapkan status tersangka.

  
 



Back to Top

KOMENTAR ANDA