Pembuatan Tasbih Khas Karimunjawa

artikel image
Presenter Indonesia Banget RTV sedang melihat pembuatan tasbih khas Karimunjawa
Tasbih Karimunjawa menggunakan tiga jenis kayu khas
RTV.CO.ID | Oleh: Rohimat Nurbaya, 21 November 2014, 18:34 WIB

Indonesia memang memiliki banyak keragaman, baik dari wisata maupun budaya. Salah satunya dari Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Suvenir yang paling terkenal dari Karimunjawa adalah tasbih yang dibuat dari kayu Setigi, Dewadaru, dan Kalimosodo. Program Indonesia Banget mengupas tuntas cara pembuatan tasbih khas Karimunjawa itu.

Pembuatan tasbih khas Karimunjawa sendiri menggunakan mesin dengan mata bor khusus. Kayu yang sudah dibuat pipih dengan ukuran tertentu kemudian langsung dibor supaya berbentuk butiran-butiran tasbih.

Kayu yang digunakan untuk membuat di pulau Karimunjawa tidak boleh sembarangan. Hanya tiga kayu khas  yang boleh dijadikan tasbih, yakni kayu Setigi, Dewadaru, dan Kalimosodo.

Tiga kayu itu diyakini masyarakat sekitar memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan Pulau Karimunjawa. Misalnya, kayu Dewadaru diyakini merupakan kayu paling dituakan atau dikeramatkan. Sejarahnya, Sunan Nyampulangan yang membawa kayu jenis ini dari ayahnya, Sunan Muria, yang dahulunya berbentuk tongkat.

Pulau Karimunjawa memang kerap dikaitkan dengan legenda Sunan Muria. Pulau Karimunjawa disebut-sebut ditemukan oleh Sunan Muria.

Legenda itu berkisah tentang Sunan Muria yang prihatin atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Dengan maksud mendidik, Sunan Muria kemudian memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak "kremun-kremun" atau kabur.

Anak Sunan Muria pun, disuruh oleh ayahnya untuk memperdalam agama di pulau tersebut. Karena tampak "kremun-kremun" maka dinamakanlah Pulau Karimun.

Lihat videonya di bawah ini:

  
 



Back to Top

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA